[Si Agen Anti Bakteri]

cac

          Cacing tanah adalah hewan yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, mereka selalu dapat menghadapi serangan mikroorganisme patogen di lingkungan mereka. cacing tanah terutama dari jenis Lumbricus sp, digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Dunia modern saat ini menggunakan senyawa aktif yang terdapat pada cacing tanah sebagai bahan obat. Cacing tanah memiliki mekanisme imunitas terhadap organisme patogen dengan cara menghasilkan hyalin, granular amoebocytes dan chloragocytes. Hyalin dan granular amoebocytes mempunyai kemampuan dalam proses fagositosis, chloragocytes menghasilkan produk ekstraseluler yang bersifat sitotoksik dan antibakteri.

          Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernama Lumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini diketahui bahwa dua jenis faktor antibakteri tersebut mempunyai aktivitas seperti lisozim yang penting untuk melindungi dari serangan mikroba patogen.  Protein yang dimiliki oleh cacingtanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik. Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat poridi dinding sel bakteri sehingga sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.

 

Sumber :

Suryani L. 2010. Aktivitas antibakteri ekstrak cacing tanah (Lumbricus sp) terhadap berbagai bakteri patogen secara invitro. Mutiara Medika. 10 (1): 16-21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *