5 Manfaat Daging Kelinci yang Harus Kamu Tahu!!

Halo, selamat menikmati waktu akhir pekan pembaca yang budiman! Kali ini, Himaproter Cerdas akan mengulas potensi daging kelinci sebagai sumber protein hewani yang layak untuk dikonsumsi disamping kelinci sebagai hewan yang menggemaskan.

Jointed_rabbit (1)

Kelinci merupakan ternak multiguna yang memiliki produksi dan produktivitas yang tinggi. Multiguna artinya dapat dimanfaatkan sebagai pangan konsumsi manusia dan sebagai hewan piara atau pet animal atau dimanfaatkan kulit bulunya (fur) untuk pembuatan jaket, tas, atau dompet yang bernilai tinggi. Selain itu feses dan urin kelinci juga dapat dimanfaat untuk pupuk tanaman dan kelinci juga dijadikan hewan percobaan di laboratorium.

Konsumsi daging kelinci masih belum sebergairah konsumsi daging ayam atau daging sapi di Indonesia. Kondisi ini tidak seperti di negara tetangga kita Vietnam atau China, di sana daging kelinci sudah umum dikonsumsi masyarakatnya. Mungkin di Indonesia belum lazim karena kurangnya informasi bahwa daging kelinci lebih enak dan lebih menyehatkan dibanding daging ternak lainnya atau karena persoalan apakah halal jika daging kelinci dimakan.

Berdasarkan alasan tersebut maka sosialisasi kelebihan dan keistimewaan daging kelinci harus terus disuarakan agar pengetahuan masyarakat tentang daging kelinci semakin terbuka. Sehingga nantinya masyarakat sadar bahwa daging kelinci berpotensi sebagai sumber protein hewani dan disantap dengan penuh kenikmatan dan keyakinan.

Apa Saja Manfaat Daging Kelinci?

Berbeda dengan daging sapi yang berwarna merah dan berserat kasar, daging kelinci berwarna pucat dan berserat halus sehingga lebih mudah untuk dicerna. Daging kelinci memiliki nilai gizi lebih tinggi dibanding daging ternak lainnya.

Menurut hasil penelitian Sarwono (2001), daging kelinci memiliki kandungan protein (20,8%) lebih tinggi dibanding ayam (20%), kalkun (20,1%), sapi (16,3%), domba (15,7%) dan babi (11,9%), tetapi kadar lemak (10,2%) dan kolesterolnya (164mg) jauh lebih rendah dibanding ternak lainnya. Kadar protein tinggi ini sangat baik untuk kesehatan, bermanfaat untuk ibu hamil dan ibu yang sedang menyusui. Daging kelinci juga bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak selama dalam fase pertumbuhan serta meningkatkan vitalitas pria untuk menghasilkan energi yang lebih tinggi.

Daging kelinci dapat digunakan untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit sesak napas (asma), karena mengandung senyawa yang disebut ketotifen. Senyawa ini jika digabung dengan omega 3 dan omega 9 dapat mencegah pecahnya sel membran mastosit pada otot polos saluran pernapasan. Pecahnya sel membran ini menyebabkan sempitnya saluran sehingga terjadi asma. Senyawa ketotifen lebih banyak terdapat dalam hati dari pada daging kelinci.

Daging kelinci dilaporkan juga mengandung niasin, vitamin B12 dan selenium (Se) masing-masing sebesar 8,43 mg, 8,3 μg,dan 38,5 ug per 100 g daging. Defisiensi niasin pada manusia dapat menyebabkan penyakit pellagra yang terlihat pada kulit sebagai dermatitis, diare pada saluran pencernaan, dan depresi pada sistem syaraf pusat. Vitamin B12 berperan penting dalam pemeliharaan jaringan syaraf dan pembentukan sel darah merah.

Kandungan Se pada daging kelinci berkhasiat untuk menghambat proses penuaan pada orangtua, karena dilaporkan orang yang berumur diatas 60 dan 75 tahun kadar Se-nya akan menurun sebanyak 6% dan 24%. Selain itu, Se mempunyai potensi untuk mencegah kanker dan penyakit regeneratif lainnya karena Se merupakan bagian essential enzim glutation peroksidase yang berperan sebagai katalisator pemecahan peroksida yang bersifat non toksik.

Makanan sehat dan bergizi adalah kunci dari kesehatanmu. Karena makan tidak hanya untuk sekedar kenyang, juga tidak untuk sekedar terasa enak, tapi juga harus penuh gizi.

Sumber : Majalah TROBOS Livestock edisi 178

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *