RPH : Standar dan Ketentuannya

Selamat malam, Anak Kandang!

UAS sebentar lagi nih, semoga aja tetap semangat ya mempersiapkannya ! Selang belajar dan kesibukan, yuk kita isi waktunya dengan membaca HIMCER edisi terbaru ini :)

Salah satu tahap dari produksi ternak pedaging adalah pemotongan hewan. Pemotongan hewan sendiri menurut Permentan No 60 tahun 2010 adalah kegiatan untuk menghasilkan daging hewan yang terdiri dari pemeriksaan ante-mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan, dan pemeriksaan post-mortem. Kegiatan pemotongan hewan dilakukan di rumah potong hewan pada umumnya. Kegiatan pemotongan hewan, khususnya pemotongan hewan ruminansia mempunyai resiko penyebaran penyakit zoonotic/penyakit menular melalui daging (meat borne desease) yang mengancam kesehatanmanusia, hewan, dan lingkungan., sehingga pemotongan hewan harus dilakukan di tempat yang khusus yakni : rumah potong hewan. Rumah potong hewan juga sangat penting untuk menjamin pangan asal hewab khususnya karkas, daging, dan jeroan ruminansia yang sehat, aman, utuh, dan tentunya halal dan masuk ke dalam persyaratan.

Nah bagaimana sih persyaratan rumah potong yang baik menurut standar Indonesia ? Yuk simak artikel berikut ini !

STANDAR INDONESIA

Menurut Permentan No 60/2010 pasal 6 dijelaskan mengenai beberapa syarat dari RPH, antara lainnya ialah sebagai berikut.

  1. Lokasi RPH haruslah strategis, yang dimaksud dengan strategis adalah tidak berada di tempat yang rawan banjir, tercemar asap, bau. Lokasi RPH tentunya juga tidak boleh menimbulkan gangguan atau pencemaran di lingkugan sekitarnya, mempunyai akses yang bersih, berada di tempat yang jaug dari industry logam dan kimia untuk menghindari kontaminan terhadap daging.
  2. Bagaimana dengan syarat sarana pendukung dari RPH ? tentunya RPH menurut standar Permentan pada pasal 7 harus memiliki akses jalan yang baik, sumber air yang memenuhi syarat air bersih, sumber listrik yang cukup dan terus menerus, serta adanya fasilitas penanganan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair.
  3. RPH yang baik terdiri dari bangunan utama, unloading sapi, kandang penampungan, kandang isolasi, ruang pendingin (chilling room), fasilitas pemusnahan bangkai, serta sarana untuk menangani limbah.
  4. Uniknya, RPH harus memiliki dua bagian daerah yakni daerah bersih dan daerah kotor. Daerah kotor meliputi ruang pemingsanan, pemotongan , pengeluaran darah, dan beberapa ruangan untuk meletakkan bagian-bagian tubuh pemotongan, sedangkan daerah bersih meliputi daerah pemeriksaan post-mortem, penimbangan karkas dan loading karkas.

Inilah gambaran umum mengenai rumah potong hewan dan persyaratan pada umumnya. Penasaran untuk membaca persyaratan selengkapnya? Bisa dikaji di Permentan No 60/2010. Bagaimana dengan standar pemotongan hewan pada umumnya? Atau standar RPH di belahan negara lain ? Nantikan artikel kami di himcer berikutnya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *