Identifikasi Baru : Ayam Hutan Hijau Endemik Sunda

Halo, Himaproters!
Tentunya pernah dong pembaca setia mendengar yang namanya ayam hutan? Jenis ayam ini sudah tidak asing terdengar. Ayam hutan ada dua jenis yang cukup dikenal yakni ayam hutan merah dan ayam hutan hijau. Kabar gembira bagi dunia peternakan bahwa jenis ayam hutan hijau berhasil diidentifikasi oleh Tim Eksplorasii Bioresources yang berkolaborasi dala, Tim Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) 2016 di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumbaa, Nusa Tenggara Timur.

image

sumber : namalatin.com

Jenis ayam hutan hijau (Gallus varius) berbeda dengan ayam hutan merah (Gallus gallus) yang biaa ditemukan di Kalimantan atau Sumatra. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa perbedaan kedua jenis ayam hutan ini terdapat pada ranggah dan jenggernya. Ayam hutan hijau memiliki ranggah dengan bentuk lancip dan agak meninggi pada bagian tengahnya. Persebaran jenis ayam hutan hijau rupanya lebih sempit dibandingkan dengan ayam hutan merah. Ayam hutan merah tersebar hingga dataran Asia, sedangkan ayam hutan hijau hanya di wilayah sekitar Nusa Tenggara, Bali, dan beberapa kawasan tertentu di pulau Jawa.

Hidayat Ansari merupakan salah seorang peneliti sekaligus ahli ayam dari LIPI yang turut serta dalam ekspedisi Sumba ini. Beliau mengatakan bahwa specimen yang baru saja berhasil diidentifikasi ini, yakni ayam hutan hijau yang endemic Sumba ini sangat berarti untuk dilakukan pemetaan persebarannya karena termasuk salah satu tetua ayam kampong yang banyak diketahui oleh masyarakat.

Beliau juga mengatakan bahwa pemetaan ttersebut dilakukan melalui analisis DNA dan akan dibandingkan dengan DNA seluruh ayam hutan yang berada di berbagai wilayah di Indonesia yang sudah pernah dikoleksi oleh pihak LIPI dari waktu ke waktu.

Sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui loh, pembaca setia ! Ternyata dalam kegiatan eksplorasi di Gunung Wanggameti, Tim Eksplorasi Bioresources tidak hanya menemukan ayam hutan hijau saja. Koordinator Lapang Ekspedisi, Oscar Effendy menuturkan bahwa mereka berhasil menemukan dan mengoleksi beberapa jenis tumbuhan, hewan dan mikroba unik dan endemik yang ada di wilayah tersebut. Sungguh suatu nilai tambah sendiri daari kegiatan eksplorasi kali ini. Jenis tumbuhan yang ditemukan di gunung yang memiliki ketnggian 1222 mdpl ini berasal dari family Pandanaceae dari suku Freycinetia yang diduga merupakan jenis baru, sedangkan beberapa jenis hewan baru sepeti raptil dan ular ditemukan tim eksplorasi di puncak tertinggi Wanggaaameti.

Keberhasilan Tim Eksplorasi Bioresources ini merupakan suatu prestasi bahwa mereka berhasil melakukan identifikasi terhadap endemic dari Sumba, yakni ayam hutan hijau. Berkat eksplorasi yang dilakukan di tahun 2016 ini, banyak masyarakat mengenal salah satu jenis ayam yang khas dari Indonesia. Semoga kegiatan identifikasi ini bisa dikaji lebih lanjut lagi dan semakin banyak orang tahu mengenai keberadaan jenis ayam hutan hijau ini di Indonesia (CW)
Sumber referensi : www.livestockreview.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *