Kerbau : Suatu Kemewahan Orang Toraja

Selamat hari Sabtu, Himaproters ! Selamat berakhir pekan dan isi waktu luangmu dengan sesuatu yang bermanfaat di hari yang indah ini. Slah satunya, tentu dengan membaca artikel di blog Himaproter dong. Hehe.. Karena kami masif dan ekspansif, selalu menghadirkan topik yang menarik dan tentunya membuka wawasan baru seputar dunia peternakan. Semoga selalu bermanfaat untuk mahasiswa IPTP dan pembaca setia lainnya.

Well, topik apa yang akan dibahas pada Himaproter Cerdas Edisi 7 kali ini? Yap, buat kamu yang sudah baca judulnya tentu sudah tau dong kalau akan dibahas mengenai kerbau. Apa sih yang ada dipikiran pembaca semua mengenai kerbau?  Ternak ini pasti cenderung dikaitkan dengan sawah , karena seringkali masih digunakan untuk membajak sawah untuk petani konvensional. Ternak yang harus disirami air daam pemeliharaannya atau diberi tempat berkubah karena pada dasarnya tidak memiliki kelenjar eringat. Salah satu cara untuk homeostatisnya adalah dengan menyiramnya dengan air/berkubah. Kerbau bagi beberpa kalangan masyarakat kurang diperhatikan, tapi bagi orang Toraja, hewan kerbau merupakan hewan yang sangat penting.

Kerbau atau tedong dalam bahasa Toraja merupakan salah satu “peralatan” utama dalam sa lah satu upacara adat di Tanah Toraja, yakni Rambu Solo. Tedong termasuk dalam salah satu simbol kemewahan dan prestise juga. Banyaknya tedong yang dikurbankan dalam upacara Rambu Solo menjadi tolak ukur bagi kesuksesan dan kekayaan anggota keluarga yang melaksanakan upacara adat tersebut. Kebanggaan ini ditunjukkan pada banyaknya jumlah tanduk tedong yang dipasang di depan rumah adat Toraja atau tongkonan.

Sebelum kita bahas mengenai tedong lebih dalam lagi. Penasaran ga sih apa itu upacara adat Rambu Solo ? Dalam hassanudin-airport.co.id dijelaskan bahwa upacara Rambu Solo yaitu upacara adat Toraja untuk menghantarkan roh orang yang sudah meninggal menuju alam roh, yakni dipercaya sebagai tempat keabadian di mana leluhur sebeumnya gunakan sebagai tempat peristirahatan. Upacara ini dipercaya sebagai penyempurnaan kematian seseorang, orang dianggap meninggal sempurna jika sudah melalui upacara ini. Sebelumnya bagaimana ? Jenazah masih dianggap seperti halnya manusia yang masih diberi makan dan minum, dan bahkan diajak bicara. Wauw.. serem juga yahh.. Selengkapnya bisa dibaca di blog terkait untuk tau lebih banyak tentang upacara adat ini.

Salah satu prosesi dalam upacara ini adalah dengan menggunakan kerbau sebagai hewan yang diadu dan juga digunakan sebagai kurban, di mana dagingnya akan dibagi-bagikan kepada orang-orang. Pembaca setia jangan bayangkan ya kalau kerbau yang dimaksud adalah kerbau yang biasa kita lihat di sawah-sawah, tapi kerbau yang istimewa. Tedong dari Toraja ini memiliki ciri yang khas seperti warnanya krem/kemerahmudaan dengan corak-corak hitam keabuan, berbadan kekar, bahkan ada juga jenis tedong tertentu yang memiliki tanduk yang besar dan sangat panjang.

antarafoto-aduhkerbau291210

Biasanya orang adu domba, ini adu kerbau. Hehehe… (sumber : http://www.antarafoto.com

Pemeliharaannya juga tidak asal-asalan, tedong diberi makan selain rumput juga diberi susu dan telur berbelas-belas seharinya. Mungkin ini yang membuat badan tedong Toraja ini kekar dan besar dan membuat harga kerbau tersebut bisa mencapai ratusan hingga satu milyar rupiah ! Luar biasa ya harganya menjulang tinggi. Itulah salah satu alasan kenapa kerbau atau tedong ini menjadi salah satu indikator kemewahan dan prestise anggota keluarga yang mengadakan upacara Rambu Solo.

Nah.. ternyata nih karena pentingnya kehadiran tedong dalam upacara ini, tedong ada jenis-jenisnya yang menentukan kasta dan nilai jualnya. Inilah beberapa jenis tedong yang ada di Tana Toraja. Yuk mari kita lihat :

Tedong Sokko

Keunikan dari jenis kerbau Toraja ini adalah bentuk tanduknya yang mengarah ke bawah, bahkan mendekati leher. Berbeda dengan jenis kerbau lainnya. Harga Tedong Sokko bila dipadukan dengan jenis tedong dengan corak di tubuhnya menjadi Bonga Sokko, harga jualnya akan menjulang tinggi.

Tedong Bulan

Tedong Bulan. Sekilas bentuknya mirip dengan Tedong Saleko, tetapi bedanya permukaan tubuhnya berwarna polos. Tedong Bulan yaitu jenis kerbau yang memiliki warna putih cerah agak kemerah-merahan disekujur tubuhnya.

tedong2bbulan

sumber: iffocus.wordpress.com

Cantik ya kerbaunya ? Tapi tunggu dulu… Bentuk badan yang besar, tanduk kuning gading dan kulit putih mulus yang dimiliki jenis tedong ini cukup mengeohkan kita. Tedong Bulan jika diurut berdasarkan tingkatan/kasta, adalah kerbau dengan kasta terendah dimata masyarakat Toraja. Kok bisa? Masyarakat Toraja tentunya punya penilaian tersendiri mengapa kerbau satu ini dikelaskan di kasta bawah.

Tedong Balian

tedong2bballian

Kekhasan pada Tedong Balian ini adalah tanduknya yang sangat panjang. Panjang tanduknya bisa mencapai 2 meter panjangnya loh. Kerbau ini termasuk jenis kerbau yang disuka oleh orang Toraja , harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ciri-ciri lainnya adalah tubuhnya yang berwarna abu-abu tua dengan postur tubuh yang gempal dan kekar, uniknya kebanyakan dari kerbau ini dikebiri. Hmm.. untuk apa ya?

Tedong Pudu’

Tedong Pudu’ adalah jenis kerbau yang memiliki ciri khasnya yakni bentuk tubuh yang kekar serta kulit yang dominasi warna hitam. Ada beberapa varian dari Tedong Pudu dan salah satu variannya adalah Pudu’ Gara’ yakni Tedong Pudu’ yang memiliki bola matanya berwarna putih. Tedong ini biasa digunakan untuk tedong sembelihan tetapi juga sering dipakai untuk adu, karena bentuk tubuhnya yang kekar. Tedong yang kuat atau memiliki daya saing saat diadu biasanya mampu mendongkrak harga jualnya.Akan tetapi harga paling mahal dari Tedong Pudu’ tidak mencapai mahalnya Tedong Bonga, jenis tedong yang lain.
tedong2bpudu

sekilas bentuknya mirip banteng yaa? (sumber : www.torajaparadise.com)

 

Tedong Saleko

Widihh.. coba lihat tedong yan satu ini.Ganteng dan gagah ga sih ? Tedong Saleko merupaka jenis kerbau Toraja yang paling mahal di antara kerbau lainnya. Hal yang spesial dari jenis kerbau ini adalah warna kulitnya yang putih ke merahmudaan dengan corak hitam di bagian tubuhnya. Matanya berwarna putih membuat kerbau ini terlihat unik. Mau tau harganya ? Konon katanya bisa mencapai 1 milyar rupiah ! Wah mau saingan nih sama harga mobil. Hehehe..

Tedong Sambao’

Jangan salah sebut jadi Sambalado ya.. hehe.. Nah jenis tedong yang satu ini merupakan salah satu jenis tedong dengan kasta yang terendah. Ciri khas Tedong Sambao’ adalah warnanya yang putih kelabu. Sekilas bentuknya mirip dengan kerbau Solo, bedanya kerbau Solo dikeramatkan, sedangkan Tedong Sambao ini termasuk dalam kasta rendah tedong Toraja.

tedong2bsambao

Masih banyak jenis kerbau Toraja lainnya seperti Tedong Tekken Langi, Tedong Lotong Boko, Tedong Todi’, dan Tedong Bonga yang tentunya sama-sama memiliki ciri unik dan harga yang berbeda-beda sesuai kastanya. Buat kamu yang masih pengen tahu mengenai jenis lainnya, bisa browsing sendiri atau kunjungi website yang kami jadikan sumber refrensi di bawah ini.

http://www.torajaparadise.com/ , http://www.portalsolata.com/  ,  www.livestockreview.com

Semakin cinta ga sih sama Indonesia, negara dengan berbagai adat dan budaya yang unik serta kekayaan plasma nutfahnya yang jika kita telusuri satu-satu ternyata masih banyak juga jenisnya. Inilah yang membuat Indonesia menjadi suatu negara yang kaya. Hendaknya kita sebagai generasi muda bisa sama-sama melestarikan budaya yang dimiliki Nusantara ini dan buat kamu, anak peternakan.

Pengetahuan mengenai tedong Toraja ini justru bisa kamu jadikan suatu peluang untuk usaha kerbau Toraja, siapa tahu bisa membantu masyarakat Toraja untuk supply kerbau dalam upacara adatnya? Cukup besar prospeknya jika kita melihat harga kerbau Toraja itu sendiri.  Atau bahkan kamu  tertarik meneliti tentang ragam genetik dari kerbau Toraja? Bisa juga jadi ide kamu membuat pakan yang kira-kira bisa menunjang performa dari Tedong Toraja. Atau jadi tujuan untuk eksplorasi kamu berikutnya? Atau kamu sendiri tertarik pelihara tedong untuk kesukaan pribadi  ? Hehehe.. banyak  ide yang bisa kamu cetuskan dan mudah-mudahan selain membuka wawasan, artikel ini bisa menjadi salah satu sumber inspirasi kamu untuk berkarya.

Ada pepatah orang Toraja dalam Londe (seperti pantun khas dari Toraja) mengatakan

“Da’musule massambeko’ ke sumalong-malongko kayu sangbengnga’ kukurean sumanga’ “
yang artinya : Terus berusaha dan jangan pernah menunda-nunda waktu jika ingin masa depanmu cemerlang.
Sekian artikel HIMAPROTER CERDAS edisi 7 kali ini. Semangat dan teruslah menjadi inspirasi buat dirimu sendiri dan sesama. Ahooy ! Ahooy ! Ahooy !
#himaprotercerdas #himaproter2016 #MASIFEKSPANSIF #himaproterkita
penulis : CW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *