Susu Berlemak Lebih Baik dari Rendah Lemak ?

Banyak orang berpikir bahwa konsumsi susu rendah lemak atau biasa dikenal sebagai susu low fat lebih baik dibanding mengkonsumsi susu yang berlemak atau full cream. Mayoritas masih beranggapan bahwa mengkonsumsi susu rendah lemak dapat menghindari pemasukkan kalori tanpa kehilangan zat-zat yang terkandung di dalam susu tersebut. Kandungan lemakyang rendah juga dipercayai dapat bermanfaat bagi kesehatan serta berperan penting dalam menjaga tubuh dari obesitas.

select-low-fat-milk-over-full-fat-milk

Nah, buat pembaca yang masih berpandangan demikian, tampaknya pandangan tersebut harus segera diubah, mengingat adanya beberapa penelitian terkait susu rendah lemak pada beberapa tahun terakhir. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi susu berlemak tidak mengbangkan penyakit kardiovaskuler dan penyakit diabetes tipe 2. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Europe Journal of Nutrition juga menjelaskan bahwa susu tinggi lemak akan lebih baik dikonsumsi jika dikaitkan dengan kontrol berat badan seseorang. Orang-orang yang mengkonsumsi susu berlemak umumnya memiliki berat badan yang baik dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi susu tanpa lemak/ susu low fat.

Hal yang sama juga terjadi pada produk-produkpeternakan lainnya seperti metega, susu, dan cream. Orang akan memiliki resiko obesitas yang lebih rendah dengan mengkonsumsi produk tersebut dibandingkan mereka yang menghindari lemak susu. Bahkan, menurut Sara Holmberge, penulis penelitian yang dilansir dari Iaman Time mengatakan bahwa susu rendah lemah malah berkontribusi lebih besar terhadap obesitas dibandingkan susu tinggi lemak. Hal ini semakin menguatkan bahwa lemak yang selama ini dikenal sebagai penjahat kesehatan, ternyata tidak benar. Pernyataan ini didukung dengan bukti bahwa diet rendah lemak tidak bekerja efektif dalam penurunan berat badan.

Asam lemak susu juga berperan dalam ekspresi gen dan hormon. Asam dapat mendongkrak banyaknya energi tubuh yang dibakar atau membatasi jumlah lemak tubuh. Menurut para peneliti, konsumsi susu tinggi lemak lebih baik dari susu rendah lemak bila dikaitkan dengan resiko obesitas seseorang.

Jadi, buat para pembaca jangan takut ya untuk mengkonsumsi susu tinggi lemak karena sudah dibuktikan bahwa tidak ada pengaruh antara konsumsi susu tinggi lemak dengan kenaikan berat badan/obesitas, bahkan dapat membantu mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes loh. Tetapi kembali lagi, mengkonsumsi susu harus sesuai dengan takaran kebutuhan perharinya agar dapat diserap secara efektif dan berguna bagi tubuh kita. Selamat sore dan semoga bermanfaat !

Sumber : www.livestockreview.com, health.kompas.com, www.cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *